17 Maret 2016
.
~Perlawanan yang Semestinya~
oleh : Irwan Sputra
Di tahun 2014 lalu, 1.328 manusia Indonesia sebagai tersangka korupsi.
Kerugian yang mencapai 5,16 Triliun pun terjadi saat itu.
Keserakahan adalah kunci para pelaku orang munafik.
Berkata tidak pada korupsi ? mustahil rasanya ketika tahta itu milik orang serakah.
Harta, kekuasaan, hingga kaki tangan adalah senjata bagi pelakunya.
Semua hal dilakukan agar hidupnya senang, walau dengan cara curang.
Melawan seharusnya dilakukan, ketika keadilan semakin pudar.
Yang kaya menjadi lebih kaya dan miskin menjadi lebih miskin.
Lucu memang hidup di negara ini.
Menyanyi, berteriak, hingga berdemo sudah kami lakukan.
Lantas usaha apa lagi yang kurang dari kami.
Tapi menyerah bukan kata yang pantas di keluarkan untuk melawan ini semua.
Melawan dengan idealisme adalah senjata kami, bukan uang apalagi kekuasaan.
Karena idealisme adalah harta yang paling istimewa yang kami miliki.
Dan akan kami jaga idealisme ini dari uang haram kalian.
Indonesia harus bebas korupsi.
Mimpi itu yang selalu membekas di pikiran kami.
Hukum harus berbicara hukum, bukan mala berbicara berapa uang untuk membeli hukum.
Keadilan harus di tegakkan.
Hukuman mati memang pantas diberikan kepada menusia yang serakah akan uang rakyat.
"Bumi ini cukup untuk menghidupi semua manusia, tapi tidak dengan satu manusia orang serakah".
Ya memang benar apa yang di katakan Mahatma Gandhi.
Entah sampai kapan perlawanan ini, hanya Tuhan yang tahu.
Kerja keras dan kebersamaan memang sepantasnya untuk menuntaskannya.
Hingga kalian akan menyerah.
Pada sebuah takdir yang akan memanggil hayat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar