Rabu, 16 Maret 2016

Entah Sandiwara Apa Ini ?


Buku Harian 17 Maret 2016
.
Entah Sandiwara Apa Ini ?

oleh : Irwan Saputra

Pukul Enam, segerombolan merpati kini sedang bersuara.
Di balik embun pagi cerah dengan angin yang masih tak ternodai.
Segelas teh hangat dan laptop menemani pagiku kali ini.
Ingin ku bercerita.
Cerita tentang kasih di balik hati ini.
Kasih yang tak mengerti apakah dia juga memiliki rasa yang sama.
Dan kasih yang sudah lama membusuk karena tak ada satu orangpun yang tau.

Sudah lama aku menyimpan kasih ini.
Kasih yang tak pernah berubah dari awalku memilikinya.
Entah sandiwara apa ini ? yang sampai membuatku terlalu lama menyimpan hal ini.
Ku tak pernah tau sandiwara apa yang telah ku perankan.
Tapi yang jelas, hanya satu alasan yang membuat sandiwara ini aku perankan.
"Aku takut menyakiti hati bersihmu" memang alasan ini tak logis.
Tapi memang ini yang aku rasakan.
Rasa yang membuat aku takut jika kamu mengetahuinya.

Kamu memang gadis yang sangat sempurna.
Kamu membuat mulutku diam seperti orang bisu.
Kamu membuat diriku menunduk seperti orang buta yang tak tahu arah.
Dan kamu buat hatiku gelisah hingga seperti ini.

Kini ku berada di ambang kebosanan.
Dengan kasih yang sama, tetapi tak ada perubahan dari hubungan kita.
Mungkin sudah cukup rahasia ini aku simpan.
Dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.
Mengungkapkan kasih yang telah aku rahasiakan.

................................................................................................................................

Jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi.
Di atas tempat tidur yang masih ditemani laptop dan teh hangat kuambil HP.
Dengan tangan bergetar ku beranikan mengirimkan pesan singkat untukmu.
Entah mulai dari mana, yang penting saat ini aku sudah berani untuk mengatakannya.
Kata demi kata kurangkai sebegitu indah agar kamu dapat meyakini hati ini.
"Aku sayang kamu" adalah kalimat terakhir yang menghiasi pesan singkat dariku.

HP pun berbunyi, menandakan ada balasan darimu.
Entah aku mimpi apa kemarin malam.
Kamu mengatakan hal yang sama seperti ku.
Hal dengan kasih yang sama setelah lama ini aku pendam.

Kenapa aku sebegitu bodoh tak mengatakan dari dulu.
Sekali lagi entah sandiwara apa yang membuatku takut untuk mengatakannya.
Ah sudahlah...
Yang penting kusudah lega dengan apa yang telah ku katakan.
Terimakasih kamu telah memiliki hal yang sama seperti ku.
Kan kujaga kasihmu ini hingga ikatan halal yang menyatukan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar